Your browser does not support JavaScript!

5 Tips Kirim Minuman dan Barang Cair via J&T Cargo

Penulis Andi Saputra - Diperbarui pada April 06, 2024

5 tips kirim minuman dan barang cair via J&T Cargo

Pernahkah Anda mengalami kesulitan saat ingin mengirimkan barang cair menggunakan jasa ekspedisi? Jangan khawatir, karena masalah tersebut umum terjadi. Kebanyakan jasa ekspedisi menolak pengiriman benda cair karena mudah tumpah dan bisa menimbulkan masalah selama pengiriman.

Memang, benda cair sangat rentan tumpah dan tergolong sulit dikemas, karena harus dipastikan tidak ada celah yang bisa membuatnya tumpah, rembes, atau terciprat keluar. Wadah yang terbuat dari kaca juga meningkatkan kemungkinan pecahnya benda cair. Selain itu, jika benda cair mengandung bahan kimia tertentu, maka bisa meninggalkan bau yang menyengat dan noda yang sulit dihilangkan.

Selain itu, benda cair mudah menguap dan dapat menyebabkan ledakan yang berbahaya. Oleh karena itu, penyedia jasa ekspedisi, termasuk J&T Cargo, lebih memilih untuk tidak mengambil risiko dan menolak pengiriman benda cair.

Jadi, jika Anda harus mengirimkan benda cair, penting bagi Anda untuk memperhatikan cara packing yang benar. Pastikan benda cair tersebut dikemas dengan rapat dan tidak mudah tumpah, rembes, atau terciprat keluar selama pengiriman. Anda juga harus memilih wadah yang kuat dan aman untuk mencegah kerusakan dan kebocoran. Dengan cara packing yang tepat, Anda dapat mengirimkan benda cair dengan aman dan terhindar dari risiko kerusakan selama pengiriman.

1. Gunakan Packing Ekstra

Apabila Anda ingin mengirimkan barang berupa cairan, tentu sangat penting untuk memperhatikan cara pengemasannya agar tidak tumpah, merembes, atau menimbulkan cipratan selama dalam perjalanan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan bubble wrap, plastik, dan kardus untuk kemasan cairan, serta menambahkan packing kayu untuk menambah proteksi. Jika Anda mengirimkan cairan dalam jumlah besar, Anda juga bisa memanfaatkan kontainer tangki atau iso tank untuk pengiriman.

Jika Anda berencana mengirim elektronik atau barang berat lainnya, memahami ketentuan khusus sangat penting. Ketahui lebih lanjut mengenai prosedur dan persyaratan di Mau Kirim Elektronik Via J&T Cargo? Ketentuannya Di Sini.

Namun, sebelum mengirimkan produk cairan, hal yang pertama harus diperhatikan adalah menentukan apakah produk tersebut berupa cairan kimia atau non-kimia.

Jika produk cairan yang ingin dikirimkan adalah non-kimia, seperti minuman atau madu, maka Anda cukup mengemasnya dengan botol plastik rapat dan bisa dikirim dengan mudah. Namun, jika kemasannya memiliki ukuran lebih dari 1 liter, sebaiknya Anda melapisi dengan packing kayu untuk melindunginya lebih baik.

Namun, jika produk cairan yang ingin dikirimkan adalah kimia, seperti parfum, perlu diperhatikan bahwa belum ada informasi pasti apakah pengiriman bahan kimia tersebut dapat dilakukan melalui J&T, JNE, dan layanan ekspedisi lainnya. Beberapa sumber mengatakan bahwa ada yang dapat membeli parfum melalui marketplace dan dikirim menggunakan ekspedisi. Namun, karena produk kimia seperti parfum mudah meledak, perlu berkonsultasi dengan layanan ekspedisi terkait dan menanyakan ketentuan packing yang sesuai.

Jika Anda hendak mengirimkan paket berupa cairan disinfektan yang tidak bisa meledak, Anda bisa mengirimkan dengan menggunakan botol yang kuat. Namun, jika produk yang ingin dikirimkan berupa botol kaca, Anda perlu membungkusnya dengan plastik terlebih dahulu untuk menghindari kemungkinan rembesan yang mungkin terjadi. Kemudian, lapisi dengan bubble wrap untuk melindungi produk dari kemungkinan pecah. Setelah itu, baru perkuat packing dengan kayu atau material lainnya.

Penting untuk memperhatikan cara packing ketika Anda hendak mengirimkan produk dalam botol kaca. Selain jenis produknya, perhatikan juga packing yang dibutuhkan agar produk tetap aman dan terjaga kualitasnya selama pengiriman.

Pertama-tama, bungkus botol kaca dengan plastik terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya rembesan selama pengiriman. Setelah itu, lapisi botol dengan bubble wrap untuk melindungi dari kemungkinan pecah. Selanjutnya, perkuat packing dengan tambahan bahan seperti bubble wrap, foam atau karton agar botol tidak mudah bergeser atau terbentur saat dalam perjalanan.

Jika Anda menggunakan layanan pengiriman seperti J&T, ada kemungkinan untuk mengirimkan cairan dalam botol kaca. Namun, tetap perlu memperhatikan cara packing yang tepat untuk mencegah kerusakan atau tumpahan selama pengiriman. Pastikan juga untuk menanyakan ketentuan pengiriman dan packing yang berlaku agar pengiriman bisa berjalan dengan lancar.

2. Informasikan Pada Petugas

Agar barang yang dikirim dapat ditangani dengan baik dan sesuai dengan kebutuhannya, sangat penting bagi Anda untuk memberikan informasi mengenai karakteristik dan jenis benda cair yang terdapat dalam paket kepada petugas. Terutama jika paket tersebut berisi bahan kimia yang mudah menguap atau terbakar. Untuk detail lebih lanjut mengenai status pengiriman dan penanganan khusus, Anda bisa Pahami Arti Semua Status Pengiriman J&T Cargo Di Sini.

Dalam hal ini, Anda perlu memastikan bahwa petugas ekspedisi memiliki pengetahuan yang cukup mengenai karakteristik benda cair yang dikirimkan. Hal ini sangat penting karena karakteristik benda cair akan mempengaruhi cara penanganan dan pengiriman paket. Selain itu, petugas juga akan dapat menentukan metode packing yang tepat untuk memastikan keamanan dan kelayakan paket selama pengiriman.

Jika Anda mengirimkan benda cair yang mudah terbakar atau menguap, sebaiknya berbicara langsung dengan petugas ekspedisi untuk menentukan cara pengiriman yang aman dan sesuai peraturan. Ada beberapa perusahaan ekspedisi yang mungkin tidak mengizinkan pengiriman benda cair jenis tertentu. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui peraturan yang berlaku dan memilih perusahaan ekspedisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pengiriman.

3. Labeli dengan Tanda Khusus

Anda dapat memastikan bahwa paket Anda diperlakukan dengan hati-hati selama pengiriman dengan memberikan label “Fragile” atau “Handle with Care”. Hal ini penting terutama jika paket Anda berisi cairan yang mudah pecah, meskipun sudah diberikan packing ekstra.

Pembuatan MSDS atau Material Safety Data Sheet harus dilakukan oleh ahli. Beberapa produsen mungkin perlu mengambil pelatihan pembuatan MSDS agar dapat membuat dokumen penting ini dengan benar. Ada juga pihak ketiga atau jasa pembuatan dokumen MSDS yang dapat membantu dalam pembuatan MSDS. Penting untuk memastikan bahwa MSDS dibuat dengan benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk memastikan keselamatan selama pengangkutan dan penanganan bahan kimia.

4. Siapkan MSDS

MSDS atau Lembar Data Keselamatan Bahan adalah dokumen penting yang berisi informasi tentang bahan kimia yang terkandung dalam suatu produk atau barang. MSDS juga memberikan informasi tentang cara penanganan, tindakan khusus, bahaya yang timbul, dan informasi lainnya yang terkait dengan bahan tersebut. MSDS bertujuan untuk membantu identifikasi produk dan pembuat bahaya terkait dengan bahaya fisik, pencegahan terhadap keadaan darurat, dan respons yang tepat dalam situasi seperti kecelakaan, kebakaran, dan situasi pertolongan pertama.

Kolom informasi dalam dokumen MSDS mencakup berbagai informasi, mulai dari identifikasi produk dan perusahaan, identifikasi bahaya, komposisi, tindakan pertolongan pertama, penanganan kebakaran, tindakan pelepasan yang tidak disengaja, penanganan dan penyimpanan, pengendalian pajanan/perlindungan personal, properti fisik dan kimia, stabilitas dan reaktivitas, informasi toksikologis, informasi ekologis, pembuangan limbah, informasi transportasi, informasi regulasi, dan informasi lainnya seperti tanggal pembuatan.

MSDS bukan hanya dokumen administratif biasa, tetapi juga penting sebagai penjamin keselamatan mulai dari pembuatan hingga proses pengiriman dan pembuangan limbahnya. Oleh karena itu, pembuatan MSDS harus dilakukan oleh tenaga ahli. Sobat Shipper bisa mengambil pelatihan pembuatan MSDS atau menggunakan jasa dari pihak ketiga yang ahli dalam hal ini.

Setelah memastikan bahwa Sobat Shipper memberikan packing terbaik agar barang yang dikirim aman sampai tujuan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memilih jasa pengiriman yang menerima pengiriman barang berupa cairan. Sebelum mengirimkan paket, pastikan untuk memberi tahu petugas pengiriman tentang karakteristik dan jenis benda cair yang ada di dalam paket, terutama jika paket tersebut berisi cairan kimia yang mudah menguap atau terbakar. Penting juga untuk memberikan label “Fragile” atau “Handle with Care” pada paket agar petugas pengiriman memberikan perhatian khusus.

5. Menyiapkan Asuransi Pengiriman

Karena produk cair memiliki kemungkinan kerusakan yang lebih besar daripada barang lainnya, disarankan untuk membayar biaya asuransi sebagai tindakan pencegahan. Kamu bisa langsung menambahkan biaya asuransi disaat melakukan pemesanan bersama J&T Cargo, biayanya tergantung dengan harga barangmu dan perhitungan yang berlaku di J&T, kamu juga dapat mengatur masalah asuransi secara langsung ya saat memesanan, sehingga cukup fleksibel. Jika Anda tertarik dalam memulai bisnis dengan menjadi bagian dari jaringan franchise, Anda bisa melihat Daftar Franchise J&T Cargo: Cara & Ketentuan  untuk mempelajari lebih lanjut.

Cara Kirim Barang Lewat J&T Cargo

Setelah mengetahui barang-barang yang tidak diperbolehkan untuk dikirim melalui J&T, langkah selanjutnya adalah memilih layanan yang sesuai untuk kebutuhan pengirimanmu. J&T menawarkan beberapa pilihan layanan seperti reguler, speedy, dan express. Kamu bisa memilih layanan yang paling cocok dengan kecepatan dan biaya yang diinginkan. Jika Anda sering mengirim paket dan ingin mengetahui lokasi cabang terdekat, periksa Daftar Lengkap Alamat J&T Cargo Terdekat untuk memudahkan Anda mengakses layanan pengiriman mereka.

Setelah memilih layanan, langkah selanjutnya adalah mengecek ongkos kirim. Kamu bisa melakukan cek ongkir di situs resmi J&T atau melalui aplikasi mobile J&T. Pastikan kamu memasukkan alamat pengirim dan penerima yang benar dan lengkap agar bisa mendapatkan estimasi biaya pengiriman yang akurat.

Selain memilih layanan dan mengecek ongkir, kamu juga perlu memperhatikan lokasi outlet terdekat. J&T memiliki banyak outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga kamu bisa memilih outlet terdekat untuk melakukan pengiriman barangmu.

Tak kalah pentingnya, pastikan kamu telah mempersiapkan paket dengan baik dan sesuai aturan. Gunakan bahan kemasan yang aman dan kuat seperti bubble wrap atau styrofoam, serta tambahkan label “Fragile” jika barangmu rentan terhadap kerusakan. Pastikan juga memasukkan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti invoice atau surat jalan.

Terakhir, karena pengiriman barang cair memiliki risiko kerusakan yang lebih tinggi, sangat disarankan untuk membayar biaya asuransi. Dengan membayar biaya asuransi, kamu bisa mendapatkan penggantian nilai barang jika terjadi kerusakan atau kehilangan saat dalam perjalanan, jangan lupa juga untuk mengetahui cara cek resi J&T Cargo agar memastikan kamu tetap update.

 

Cek Ongkir J&T Cargo