Your browser does not support JavaScript!

Gudang Logistik Halal Dunex Harapkan Kontribusi 20%

Penulis Aditya Nugroho - Diperbarui pada October 16, 2018

Gudang Logistik Halal Dunex Harapkan Kontribusi

Dengan dibukanya gudang logistik halal di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, PT Dunia Express Trasindo (Dunex) sangat berharap cold storage halal mampu memberikan kontribusi 10-20 persen bagi kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Dengan dibukanya gudang logistik halal di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, PT Dunia Express Trasindo (Dunex) sangat berharap cold storage halal mampu memberikan kontribusi 10-20 persen bagi kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Dunex, kami telah menulis artikel menyeluruh tentang mereka di sini: PT Dunia Express Transindo Dunex Logistics vs Deliveree.

Layanan Terbaru Dunex

Salah satu aspek penjualan perusahaan adalah fasilitas cold storage yang merupakan gudang berpendingin, karena cold storage yang lokasinya dekat dengan pelabuhan dan kota masih relatif sedikit. Jimmy Ruslim, Direktur Dunex, mengatakan meski baru diresmikan seminggu yang lalu, sudah ada sejumlah pelanggan yang memanfaatkan layanannya, meski jumlah pelanggannya masih tergolong sedikit. Oleh karena itu, diharapkan jumlah ini dapat berkontribusi jika seluruh kapasitas gudang termanfaatkan.

Pada Selasa (16/10/2018), ia menyatakan, “Ada beberapa calon pelanggan yang masih dalam tahap negosiasi, namun baru segelintir yang melakukan deal.”

Baca juga: Diperkirakan Gudang Logistik Halal Dunex akan Kontribusi Sebesar 20%

Lebih Lanjut

Menurutnya, ketersediaan fasilitas cold storage yang halal menawarkan peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan keuntungannya. Menurut analisisnya, saat ini tidak banyak gudang berpendingin halal yang tersedia. “Sepengetahuan saya, pemainnya masih segelintir, sebanyak Pelindo,” katanya. Saat ini, Dunex hanya memiliki satu gudang logistik halal.

Menurut dia, minimnya fasilitas gudang berpendingin halal di Indonesia disebabkan masih minimnya sosialisasi di dalam negeri, dan anggapan terus berlanjut bahwa akan ada tambahan beban keuangan terkait proses sertifikasi halal. “Kemungkinan juga para pelanggar percaya bahwa dengan mengarah ke halal di kemudian hari, mereka dapat membatasi ruang yang tersedia untuk bisnis,” tulis penulis.

Baca juga: 2017 Pemenang Gelar “Perusahaan Trucking Terbaik di Indonesia”