Your browser does not support JavaScript!

FTL & LTL: Mana yang Lebih Baik untuk UMKM?

By Dudek Muljana - January 29, 2024

Truk FTL bewarna merah dan kargo paket LTL

FTL & LTL: Mana yang Lebih Baik untuk UMKM? – Dalam dunia logistik, UMKM sering menghadapi dilema memilih antara Full Truckload (FTL) dan Less Than Truckload (LTL). Kedua metode ini memiliki peranan krusial dalam efisiensi dan biaya pengiriman.

Memahami Full Truckload (FTL) dan Less Than Truckload (LTL)

Full Truckload (FTL) dan Less Than Truckload (LTL) merupakan dua strategi pengiriman yang berbeda, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Pemahaman mendalam tentang kedua metode ini penting untuk mengoptimalkan proses pengiriman, terutama bagi UMKM yang mencari efisiensi dan pengurangan biaya. FTL ideal untuk pengiriman besar dan terpadu, sedangkan LTL lebih sesuai untuk pengiriman yang lebih kecil dan terfragmentasi. Memilih antara keduanya tidak hanya berdasarkan volume barang, tetapi juga pertimbangan lain seperti biaya, waktu, dan kebutuhan khusus barang yang dikirim.

Apa Itu Full Truckload (FTL)?

Full Truckload (FTL) merupakan pilihan yang efektif untuk pengiriman dalam jumlah besar atau untuk barang yang memerlukan perlakuan khusus. Keuntungannya terletak pada kecepatan dan keamanan pengiriman, mengurangi risiko kerusakan karena minimnya penanganan barang. FTL juga memungkinkan pengiriman lebih terkendali karena seluruh ruang truk diperuntukkan bagi satu pengirim. Namun, biaya yang lebih tinggi dan kebutuhan volume yang besar dapat menjadi pertimbangan bagi UMKM yang memiliki skala pengiriman lebih kecil.

Mengenal Less Than Truckload (LTL)

Less Than Truckload (LTL) ideal untuk UMKM yang memerlukan solusi pengiriman ekonomis untuk jumlah barang yang lebih sedikit. Dengan memanfaatkan ruang truk bersama pengirim lain, biaya pengiriman dapat ditekan. Namun, metode ini mungkin melibatkan risiko lebih tinggi dalam penanganan barang dan waktu pengiriman yang lebih lama karena adanya proses pengumpulan dan distribusi barang dari berbagai pengirim. LTL cocok untuk pengiriman yang tidak terburu-buru dan untuk barang yang lebih tahan terhadap risiko penanganan.

Baca juga: Apa itu UMKM

Faktor Penentu dalam Memilih FTL atau LTL untuk UMKM

Pemilihan antara FTL dan LTL tidak hanya bergantung pada biaya dan volume, tetapi juga pada faktor lain seperti kecepatan pengiriman, kebutuhan khusus produk, dan frekuensi pengiriman. Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) perlu mempertimbangkan keandalan dan jadwal pengiriman yang ditawarkan oleh penyedia layanan logistik. Faktor ini sangat penting, terutama bagi barang yang sensitif terhadap waktu atau memerlukan penanganan khusus. Selain itu, aspek keamanan dan risiko kerusakan barang juga menjadi pertimbangan penting, terutama dalam pengiriman LTL di mana barang akan berpindah-pindah tangan lebih sering.

Pertimbangan Biaya dan Volume

Dalam memilih antara FTL dan LTL, UMKM harus mempertimbangkan keseimbangan antara biaya dan volume. Untuk pengiriman dengan volume besar, FTL mungkin lebih hemat biaya meskipun biaya awalnya tinggi. Sebaliknya, untuk volume yang lebih kecil, LTL menawarkan solusi yang lebih terjangkau karena biaya pengiriman dibagi dengan pengirim lain. Pengaturan anggaran dan analisis biaya yang teliti akan membantu UMKM dalam membuat keputusan yang bijaksana.

Waktu Pengiriman dan Keandalan

Waktu pengiriman dan keandalan adalah aspek kritis dalam pemilihan metode pengiriman. FTL menawarkan kecepatan dan keandalan yang lebih tinggi, sangat cocok untuk barang yang sensitif waktu atau memerlukan kondisi pengiriman khusus. Sebaliknya, LTL mungkin memakan waktu lebih lama karena perlu mengatur pengiriman bersama dengan barang lain. Namun, ini bisa menjadi pilihan yang efektif untuk barang yang kurang sensitif waktu dan memiliki fleksibilitas lebih dalam pengiriman.

Baca juga: Logistik Truk & Keuntungannya bagi UMKM

Manfaat dan Kekurangan FTL dan LTL bagi UMKM

Memahami manfaat dan kekurangan dari FTL dan LTL akan membantu UMKM dalam membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Keputusan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga pada kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis. Penggunaan FTL atau LTL yang tepat dapat mengoptimalkan jalur distribusi, mengurangi waktu pengiriman, dan meningkatkan keandalan layanan. UMKM harus menilai secara detail setiap aspek dari kedua metode ini, mengingat setiap bisnis memiliki kebutuhan yang unik dan berbeda.

Manfaat FTL untuk UMKM

FTL memberikan keuntungan dalam hal kecepatan dan keamanan pengiriman. Hal ini sangat penting untuk barang yang memerlukan penanganan khusus atau sensitif terhadap waktu. Selain itu, FTL memungkinkan pengiriman dalam skala besar, mengurangi kebutuhan pengiriman berulang dan memaksimalkan efisiensi logistik. Bagi UMKM yang memiliki volume pengiriman besar secara reguler, FTL dapat menjadi investasi yang efisien.

Manfaat LTL untuk UMKM

LTL menawarkan keuntungan utama dalam hal biaya, terutama bagi UMKM dengan pengiriman skala kecil atau tidak teratur. Metode ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengiriman dan dapat membantu UMKM yang sedang berkembang untuk mengakses jaringan distribusi yang lebih luas tanpa harus berinvestasi dalam pengiriman besar-besaran. LTL juga memungkinkan UMKM untuk menguji pasar baru dengan risiko dan biaya yang lebih rendah.

Kekurangan FTL dan LTL

TFTL mungkin tidak efisien untuk UMKM dengan kebutuhan pengiriman yang kecil atau tidak teratur karena biaya tetap yang tinggi. Di sisi lain, LTL mungkin menimbulkan tantangan dalam hal waktu pengiriman yang lebih lama dan risiko penanganan barang yang lebih tinggi. Kedua metode ini memerlukan pertimbangan yang matang untuk memastikan bahwa pilihan pengiriman sesuai dengan kebutuhan spesifik bisnis.

Baca juga: Inilah Perbedaan UMKM Digital & Tradisional

Pilihan Penyedia Logistik Terbaik Versi Logisticsbid

Di Indonesia, jika Anda mencari layanan pengiriman barang, kami sangat merekomendasikan Deliveree untuk pengiriman FTL (Full Truck Load) dan J&T Express serta JNE untuk pengiriman parcel LTL (Less Than Truckload).

Deliveree merupakan salah satu penyedia jasa logistik digital yang sangat populer di kalangan pengusaha UMKM. Mereka menyediakan layanan pengiriman truk yang mengintegrasikan teknologi dengan harga yang komprehensif. Dengan Deliveree, Anda bisa mengirim barang dalam satu truk ke berbagai tujuan secara cepat dan terjangkau. Mereka tidak hanya menawarkan layanan pengiriman, tetapi juga menyertakan segala yang Anda butuhkan, mulai dari pengemudi, bahan bakar, layanan pintu ke pintu, bantuan muat barang, asuransi, hingga pelacakan real-time dan dukungan pelanggan 24/7 yang dapat diakses melalui aplikasi atau website mereka.

Selain Deliveree, jika Anda lebih suka menggunakan jasa penyedia logistik tradisional, kami merekomendasikan J&T Express dan JNE. Kedua perusahaan ini menawarkan tarif ekonomis untuk pengiriman parcel berukuran sedang, sekitar 50-100kg, dengan sistem pengiriman konvensional. Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut di situs web resmi mereka.

Penting untuk selalu memahami kebutuhan spesifik Anda sebagai pebisnis UMKM saat memilih penyedia logistik, agar Anda dapat menghindari kekeliruan dalam pengambilan keputusan yang dapat memengaruhi efisiensi waktu dan biaya logistik Anda. Semoga rekomendasi ini membantu Anda dalam memilih solusi logistik yang tepat untuk bisnis Anda.

Baca juga: Cara Memulai Bisnis UMKM

Kesimpulan

Dalam menentukan pilihan antara FTL dan LTL, UMKM harus melakukan analisis komprehensif yang mencakup segala aspek dari kebutuhan logistik mereka. Ini termasuk mempertimbangkan biaya, waktu, volume, keamanan, dan kebutuhan khusus barang. Keputusan yang tepat tidak hanya akan berdampak pada efisiensi biaya dan waktu, tetapi juga pada kepuasan pelanggan dan citra bisnis secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang mendalam dan evaluasi yang cermat, UMKM dapat memilih metode pengiriman yang paling sesuai, membantu mereka untuk berkembang dan bersaing di pasar yang kompetitif.

Artikel Terkait:

  1. Software Keuangan UMKM
  2. Semua Tentang Optimasi Rute Pengiriman bagi UMKM
  3. Logistik Tradisional vs Digital