Your browser does not support JavaScript!

Ketahui Apa Itu UMKM dan Signifikansinya

Para pengurus UMKM melakukan meeting

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, pemahaman terhadap bisnis bukanlah hal yang eksklusif bagi korporasi raksasa saja. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau yang dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai SME (Small Medium-sized Enterprise), kini menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Untuk memahami lebih lanjut tentang keberadaan dan peranannya, mari kita telusuri secara mendalam tentang SME atau UMKM di sini.

Pengertian dan Ruang Lingkup UMKM

UMKM merujuk pada perusahaan dengan skala kecil hingga menengah. Meskipun di luar negeri istilah yang lebih sering digunakan adalah SME, namun di Indonesia, ucapan yang lebih sering digunakan adalah UMKM. UMKM didefinisikan berdasarkan beberapa kriteria seperti jumlah aset, omzet, dan jumlah pekerja.

Nah untuk pembagiannya berdasarkan kriteria jumlah aset dan omset, maka Anda bisa lihat list di bawah ini sebagai referensi:

  • Usaha Mikro adalah usaha yang memiliki total aset kurang dari 50 juta rupiah (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha), dan omzet tahunan kurang dari 300 juta rupiah.
  • Usaha Kecil memiliki aset antara 50 juta hingga 500 juta rupiah (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dengan omzet tahunan antara 300 juta hingga 2,5 miliar rupiah.
  • Usaha Menengah didefinisikan dengan total aset antara 500 juta hingga 10 miliar rupiah (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dengan omzet tahunan antara 2,5 miliar hingga 50 miliar rupiah.

Selain berdasarkan aset dan omzet, kriteria lain yang juga diperhatikan dalam penggolongan UMKM adalah jumlah pekerja yang dimiliki. Ini penting karena jumlah pekerja mencerminkan kapasitas operasional dan skala usaha. Berikut ini adalah kriteria UMKM di Indonesia berdasarkan jumlah pekerja:

  • Usaha Mikro biasanya merupakan usaha yang dikelola oleh individu atau keluarga. Jumlah pekerjanya berkisar antara 1 hingga 9 orang.
  • Usaha Kecil usaha ini memiliki skala operasi yang lebih besar dibandingkan usaha mikro. Jumlah pekerjanya berkisar antara 10 hingga 49 orang.
  • Usaha Menengah sebagai usaha dengan skala yang lebih besar, jumlah pekerjanya berkisar antara 50 hingga 199 orang. Usaha menengah biasanya sudah memiliki struktur organisasi yang lebih kompleks dan operasional yang lebih luas.

Kriteria-kriteria tersebut bukanlah angka yang kaku, melainkan dapat mengalami revisi sesuai dengan kebijakan pemerintah dan dinamika ekonomi negara.

Signifikansi SME dalam Perekonomian

Dalam kerangka yang lebih luas, UMKM menjadi bagian integral dari ekosistem bisnis Indonesia. Mereka tidak hanya berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi melalui produksi dan distribusi barang, tapi juga sebagai sumber inovasi dan kreativitas. UMKM mampu merespon dinamika pasar dengan cepat dan menawarkan solusi yang spesifik untuk kebutuhan lokal, menjadikannya entitas yang sangat vital dalam struktur perekonomian nasional. Untuk mempermudah Anda, di bawah ini sudah kami jabarkan beberapa poin penting mengenai signifikansi sebuah SME terhadap perekonomian negara secara satu per satu, silakan di cek selengkapnya ya.

  • Pendorong Utama PDB: Menurut data terbaru, UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Ini mencerminkan betapa pentingnya peran UMKM dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan negara.
  • Penyedia Lapangan Pekerjaan Terbesar: Di banyak wilayah di Indonesia, UMKM menjadi sumber pekerjaan utama bagi penduduk setempat. Hal ini tentu membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Katalis Inovasi: UMKM seringkali lebih dinamis dan kreatif dalam menghadapi tantangan. Dengan struktur organisasi yang cenderung lebih sederhana, SME bisa lebih cepat beradaptasi dan melakukan inovasi sesuai dengan tuntutan pasar.

Tantangan Logistik yang Dihadapi UMKM

Dalam perjalanannya, UMKM sering kali menemui berbagai hambatan, salah satunya adalah tantangan di sektor logistik. Berikut adalah beberapa tantangan logistik yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM:

  • Biaya Operasional Tinggi: Biaya pengiriman yang relatif mahal sering menjadi beban bagi UMKM, terutama bagi mereka yang menjual produk dengan margin keuntungan tipis.
  • Keterlambatan Pengiriman: Keterbatasan sumber daya dan infrastruktur transportasi di beberapa wilayah sering menyebabkan keterlambatan pengiriman, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi reputasi bisnis.
  • Ketidakpastian Waktu Pengiriman: Fluktuasi dalam lalu lintas, cuaca, atau halangan lain seperti bencana alam dapat mengakibatkan waktu pengiriman yang tidak dapat diprediksi.
  • Masalah Penyimpanan: Keberadaan gudang yang memadai dengan kondisi yang sesuai untuk menyimpan produk adalah tantangan lain. Terutama untuk produk yang memerlukan kondisi penyimpanan khusus, seperti makanan beku atau barang mudah rusak.
  • Aspek Keamanan: Keamanan barang selama proses pengiriman dan penyimpanan menjadi kekhawatiran bagi banyak pelaku UMKM. Kehilangan, kerusakan, atau pencurian dapat menyebabkan kerugian signifikan.
  • Keterbatasan Informasi: Kurangnya akses ke informasi terkini tentang status pengiriman, biaya, dan opsi logistik lainnya bisa menjadi hambatan bagi UMKM dalam mengambil keputusan yang tepat.

Sebagai solusi, selain menggunakan software keuangan UMKM, banyak UMKM kini beralih ke layanan logistik modern yang dilengkapi dengan teknologi canggih untuk memudahkan pengiriman mereka dan memotong pengeluaran logistik. Berdasarkan pengalaman editor kami, platform seperti Deliveree, misalnya, mampu mengatasi sejumlah tantangan di atas dengan menawarkan layanan truk on-demand, pelacakan real-time, asuransi gratis, dan manajemen rute pengiriman yang membuat prosesnya menjadi lebih efisien secara waktu dan biaya. Meskipun demikian, kerjasama antara pemerintah, penyedia layanan logistik, dan pelaku UMKM tetap diperlukan untuk mengatasi tantangan logistik secara menyeluruh, dan jika Anda berencana untuk menggunakan jasa layanan logistik, maka pastikan Anda sudah cek  semua opsi yang ada terlebih dahulu sebelum memutuskan ya.

Baca juga: Logistik Truk & Keuntungannya bagi UMKM

Kesimpulan

UMKM atau SME adalah pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Kontribusinya yang masif terhadap PDB dan lapangan pekerjaan membuat kita semakin menyadari betapa pentingnya memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai bagi pertumbuhan UMKM sehingga tidak heran banyak orang yang ingin mencari tahu cara memulai bisnis UMKM. Terlepas dari itu, salah satu cara untuk mendukung dan memfasilitasi pertumbuhan UMKM adalah melalui penyediaan layanan logistik yang efisien dan modern, yang memungkinkan UMKM untuk bersaing di kancah pasar yang semakin kompetitif.

Baca juga: Inilah Perbedaan UMKM Digital & Tradisional

Andi Saputra

Artikel diperbarui pada October 30, 2023

Andi Saputra adalah Analis Rantai Pasokan dengan gelar Ekonomi dari Universitas Airlangga. Dengan pengalaman 15 tahun dalam menganalisis dan mengoptimalkan operasi rantai pasokan, Andi telah memimpin proyek-proyek yang menghasilkan peningkatan efisiensi dan penghematan biaya. Ia dikenal karena pendekatannya yang berbasis data dan wawasan strategisnya di bidang logistik.