Portal penyedia informasi terkini mengenai logistik, teknologi, startup, dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

background

Jajal Pasar Asia Tenggara, DHL Luncurkan Layanan Sepeda Motor

By Editor Logisticsbid Apr 6, 2018

DHL melakukan terobosan di pasar Asia Tenggara dengan melayani pengiriman mikro menggunakan armada sepeda motor. Sejak memasuki pasar logistik door to door Thailand dua tahun lalu, DHL telah membangun jaringan di lebih dari 200 area layanan, Jumlah ini ditargetkan akan mencapai angka 1000 pada tahun ini.

“Saya sangat puas dengan layanan yang diberikan DHL,” tutur seorang pria yang sering melakukan transaksi belanja online.

Para pedagang pun memberi komentar serupa. “Kepuasan pengiriman memiliki dampak positif bagi rating kami para pedagang toko online,” ujar salah seorang pedagang pakaian wanita yang bermitra dengan DHL.

DHL telah memiliki pondasi bisnis yang kuat di Thailand berkat bisnis logistik udara internasional mereka. Di negara asalnya, DHL telah memiliki staf berjumlah lebih dari 500 orang. Kapasitas paket yang ditangani oleh DHL untuk klien e-commerce tercatat naik menjadi 15 juta unit per tahun. Kepada pelanggan, DHL memberikan layanan penjemputan dan pengemasan barang bagi penjual, serta pengiriman kepada pelanggan dalam satu atau dua hari. Pembayaran dapat dilakukan pelanggan menggunakan uang tunai setelah barang telah diterima.

Kendati demikian, layanan home delivery service ini belum ada di seluruh pasar Asia Tenggara. Tahun lalu, DHL mengembangkan jenis layanan tersebut di Malaysia & Vietnam. Kini, dengan total 1000 area layanan di 3 negara, DHL berencana untuk memperluas jaringan mereka ke ribuan lokasi baru. Tren belanja online diprediksi akan mendorong layanan home delivery service di Asia Tenggara. Nomura International (Hong Kong) mencatata bahwa jenislayanan ini akan tumbuh sebesar $7,5 miliar pada tahun 2020, atau dua kali lipat dari pencapaian tahun 2015. Selain itu, pangsa e-commerce juga diprediksi akan meningkat dari 15% menjadi 38%.

“Saat ini, tidak ada satu pun pemain global di logistik e-commerce yang dapat menawarkan solusi end-to-end mulai dari fulfillment, lintas negara, hingga last mile delivery selain DHL” ujar Charles Brewer, CEO DHL e-commerce.

Sebelum menjajaki pasar Asia Tenggara, DHL lebih dahulu melebarkan sayap bisnis mereka di Tiongkok. “Tiongkok memiliki potensi yang besar untuk e-commerce lintas negara,” tutur Brewer. Dengan populasi di Asia Tenggara sebanyak 600 juta, DHL optimis dapat sukses di kawasan ini. Asia Pasifik menyumbang persentase sebesar 17% dari total penjualan DHL. DHL pun akan meningkatkan pangsa pasar di Asia menjadi 30% pada 2020, ujar Frank Appel, CEO induk perusahaan DHL, Deutsche Post DHL.

Kompetitor DHL asal AS, FedEx, juga mulai memperluas layanan pengiriman mikro dengan berfokus pada sektor e-commerce. Namun, FedEx pertama kali mengembangkan layanan ini di Eropa melalu akuisisi terhadap TNT Express sebesar 4,4 miliar euro di 2016. TNT Express sendiri merupakan sebuah perusahaan layanan kurir asal Belanda yang sangat kuat di sektor pengiriman mikro.FedEx dan kompetitor asal AS lainnya, UPS, memperkuat operasi mereka di Tiongkok. Namun, jika ditinjau secara menyeluruh, DHL selangkah lebih unggul untuk ranah pengiriman berskala mikro.

Juga Melayani Pengiriman Makro
Sektor perekonomian di Asia Tenggara saat ini telah bergerak dengan dinamis dan menciptakan peluang besar bagi industri logistik.

DHL memanfaatkan momen tersebut dengan menyelesaikan pembangunan pusat distribusi mereka di Chachoengsao, Thailand pada pertengahan Agustus 2017. Pusat distribusi tersebut dinamakan Eastern Gateway Service Center yang berfungsi sebagai pusat kegiatan regional mereka di Asia Tenggara. Fasilitas ini terletak di lokasi yang sangat strategis, yakni di pusat Thailand’s Eastern Economic Corridor (EEC), sebuah kawasan industri yang tengah dikembangkan oleh pemerintah Thailand. Pusat distribusi ini tidak hanya melayani pengiriman barang e-commerce namun juga menangani pengiriman barang usaha kecil & menengah (UKM).

Eastern Gateway dapat ditempuh sekitar 20 menit dengan mobil dari Fujilloy (Thailand), sebuah pabrik pembuat alat karbit milik perusahaan Jepang, Fuji Die. “Kami dapat dengan mudah memenuhi permintaan pengiriman di hari yang sama berkat adanya tempat ini,” ujar Nobuhisa Watake, managing director Fujilloy.


Share :

Article you might like