Portal penyedia informasi terkini mengenai logistik, teknologi, startup, dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

background

Pelabuhan Baru Diproyeksikan Mendorong Sektor Logistik di Vietnam

By Editor Logisticsbid July 3, 2018

Terminal baru akan menggandakan kapasitas muatan di pelabuhan terbesar di Vietnam Utara. Sementara itu, pelabuhan baru juga akan segera dibuka di Hai Phong, Vietnam Utara.

Hai Phong merupakan gerbang lautan utama Vietnam, namun pelabuhan yang ada saat ini tidak dapat menampung kapal kargo yang bersandar di sungai Cam yang kedalamannya mencapai 7 meter.

Pelabuhan baru Lach Huyen International ini akan memiliki kedalaman sedalam 14 meter.

Pelabuhan baru sepanjang 750 meter ini ukurannya dua kali lipat dibanding pelabuhan Hai Phong, serta dilengkapi dengan dua crane kontainer.

Pelabuhan Lach Huyen mulai dibangun pada 2013 dengan menghabiskan biaya sekitar 1 Miliar USD. Ketika tahap pertama pembangunan pelabuhan ini selesai pada 13 Mei lalu, pelabuhan ini diyakini mampu menampung beban muatan hingga 300.000 TEUs.

Angka tersebut diprediksi akan naik sebesar 2-3 juta TEUs di 2019.

Pada saat gelaran acara dalam rangka menandai pembangunan tahap kedua pelabuhan Lach Huyen di 2016, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc mengatakan bahwa “Pelabuhan memegang peranan penting dalam strategi maritim Vietnam.”

Infrastruktur pendukung operasional pelabuhan juga telah dibentuk, termasuk jalan tol penghubung Hai Phong dengan Hanoi yang mampu memangkas waktu tempuh menjadi 90 menit serta jembatan antar laut terpanjang di ASEAN juga telah dibuka pada September yang lalu.

Jembatan sepanjang 15.63 km yang menghabiskan dana sebesar 523 juta USD ini menghubungkan pelabuhan Tan Vu dengan pelabuhan baru Lach Huyen.

Dalam rapat pemerintahan di Hanoi bulan lalu, Perdana Menteri Phuc berujar bahwa biaya logistik Vietnam sangat menekan para perusahaan domestik sehingga perlu untuk dipangkas agar perusahaan tersebut dapat lebih kompetitif.

Menurut laporan Bank Dunia, biaya logistik Vietnam menyumbang 20,9% dari total GDP pada 2016. Angka ini lebih tinggi dari capaian tiga negara tetangga yakni Tiongkok, Thailand, dan Jepang.

Tingginya angka ini disebabkan oleh biaya pengangkutan barang melalui jalur darat, sambungnya.

Dalam acara ini, wakil Menteri Perindustrian & Perdagangan, Nguyen Van Cong mengatakan sektor transportasi menyumbang 59% dari total keseluruhan biaya logistik Vietnam.

Biaya pengiriman kontainer setinggi 12 meter melalui jalur darat dari Hanoi ke HCMC berkisar 40 juta VND (1.785 USD). 9,7 kali lipat lebih mahal ketimbang transportasi air dan 2,5 kali lipat lebih mahal jika menggunakan jasa kereta api, ujarnya.

Menurut laporan Kementerian Perindustrian & Perdagangan yang dirilis pada 2016, 77,2% barang di Vietnam diangkut melalui jalur darat. Sedangkan 5,22% melalui jalur air dan 0,42% menggunakan jasa kereta api.


Share :

Article you might like