Portal penyedia informasi terkini mengenai logistik, teknologi, startup, dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

background

Prospek Cerah e-logistics Vietnam

By Editor Logisticsbid Mar 16, 2018

Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia, para analis berpendapat bahwa Vietnam merupakan pasar potensial bagi industri e-logistics. Saat ini, rata-rata tingkat pertumbuhan e-commerce per tahun di Vietnam mencapai 35%.

Menurut para analis, ledakan jumlah toko online yang membutuhkan jasa pengiriman door to door turut andil dalam menciptakan peluang emas bagi para perusahaan e-logistics.

Di tahun 2017 sendiri, lebih dari 50 perusahaan e-logistics lokal maupun asing telah memasuki pasar Vietnam, dan nilainya diprediksi mencapai US $ 200 juta pada tahun 2020. Nama-nama tersebut diantaranya Lazada, Giaohangnhanh, Grab Express, dan Speedlink.

“Kombinasi antara ahli dalam negeri dan asing telah menciptakan solusi yang unik bagi sektor e-logistics di Vietnam. Hal ini tentunya membuka jalan bagi pertumbuhan e-commerce di negara ini,” ujar Country Manager Lazada eLogistics, Fabian Wandt.

Perusahaan pengiriman lainnya, Giaohangnhanh, juga optimis bahwa prospek pasar e-logistics di Vietnam mampu meningkat sebesar tiga kali lipat dalam setahun, terutama dengan adanya investasi baik dari pemain lokal maupun asing guna meningkatkan teknologi dan jaringan mereka. CEO Giaohangnhanh, Nguyễn Trần Thi mengatakan bahwa perusahaannya berencana untuk memperluas operasional mereka sebesar dua kali lipat pada tahun ini dan ditargetkan mampu menjangkau 1500 titik pengiriman baru di akhir 2018.

Mendapat dukungan Pemerintah
Masih berdasarkan laporan analis, adanya keputusan pemerintah Vietnam No 200/QĐ-TTg, yang berisi tentang rencana pengembangan dan peningkatan daya saing industri logistik di Vietnam hingga tahun 2025, diyakini akan berdampak positif pada pengembangan perusahaan logistik.

Dengan bantuan teknologi informasi yang semakin canggih, keputusan pemerintah tersebut diharapkan dapat mendukung perusahaan logistik, khususnya yang menyediakan layanan e-logistics, untuk memperkuat daya saing mereka di masa mendatang.

Sementara itu, Perdana Menteri juga telah menerbitkan Dekrit No 163 tentang jasa logistik, yang akan berlaku efektif per 20 Februari. Dekrit tersebut diharapkan mampu menarik minat para investor asing untuk mendirikan perusahaan atau berinvestasi di perusahaan Vietnam yang bergerak dalam trasnportasi barang via laut, layanan kontainer pendukung transportasi barang via laut, dan transportasi barang via jalur darat.


Share :

Article you might like