Portal penyedia informasi terkini mengenai logistik, teknologi, startup, dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

background

Jalur yang Menghilang dalam Industri Logistik

By Editor Logisticsbid

Ton van den Bosch, Kepala Global Pelabuhan dan Terminal di Ince & Co, menyoroti tren-tren yang muncul di indusri logistik, intermoda dan rantai pasokan. Ia menunjukkan bahwa konsolidasi dan integrasi lebih lanjut dapat diharapkan.

Tren transformatif sedang mengalami peningkatan dalam bidang logistik, transportasi intermoda, dan bisnis rantai pasok (supply chain). Secara historis, jalur pelayaran, operator terminal, perusahaan ekspedisi, perusahaan rantai pasokan dan logistik fokus terutama pada bisnis inti dari masing-masing bidang. Diakui, beberapa perusahaan sudah mengembangkan sayapnya untuk sementara waktu di berbagai sektor.

Jalur pelayaran secara sukses telah memiliki bisnis pangkalan (terminal businesses) untuk waktu yang lama, seperti contohnya Maersk dengan APM Terminals, China Merchants dan CMA CGM dengan Terminal Link dan MSC dengan Terminal investment Limited (TiL). Liners telah memiliki bisnis di bidang ekspedisi dan logistik (seperti Maersk dengan Damco) dan konglomerat Prancis Bollore telah menjalankan bisnis transportasi dan logistik dengan berhasil dan juga beberapa pangkalan kontainer dan pelabuhan daratan di Afrika.

Terdapat beberapa inisiatif/strategi baru yang menarik untuk lebih mengintegrasikan bisnis transportasi dan logistik lebih jauh, dan hal ini menyebabkan batasan-bataan tradisional yang (semakin) memudar antara sektor-sektor yang berbeda. Investasi dan akuisisi tersebut didorong oleh banyak faktor, termasuk tantangan-tantangan untuk mencapai pengembalian modal atau return on invested capital (ROIC) yang tinggi, desentralisasi manufaktur di sepanjang Asia, peningkatan perusahaan Amazon yang terus berlanjut, kelebihan kapasitas dalam industri pelayaran/pengiriman, volatilitas dalam volume dan harga, tapi di antara itu semua adalah ambisi untuk menguasai sektor logistik kontainer end-to-end.

Tren-tren ini telah menyebabkan konsolidasi (penggabungan) antara perusahaan ekspedisi kapal besar (liners) (seperti misalnya akuisisi oleh COSCO, dengan bantuan Shanghai International Port Group, dari OOCL yang selesai dilakukan bulan lalu) dan meningkatkan kerja sama dalam aliansi pelayaran global. Banyak perusahaan kapal besar (liners) mencari cara untuk memperluas layanan mereka di luar dari operasi pelabuhan yang konvensional; liners dan operator berinvestasi dalam sektor rantai pasokan digital; dan operator terminal mengeluarkan layanan mereka dalam jasa logistik dan memperpanjang jangkauan mereka sampai daerah-daerah pedalaman melalui pengembangan gudang-gudang dan depot kontainer pedalaman.

Contoh dari tren global ini sangat banyak. Awal tahun ini, jalur pengiriman kontainer Prancis CM CGM setuju untuk membeli sekitar 25% Ceva Logistics. Operator terminal dan liners juga berinvestasi dalam teknologi baru untuk memperbesar pelayanan supply chain. PSA International, misalnya, telah meningkatkan investasinya dalam perusahaan penyedia layanan digital CrimsonLogic, dan Maersk telah membentuk perusahaan joint venture dengan IBM untuk mengembangkan platform blockchain untuk menyederhanakan perdagangan global.


Share :

Article you might like